Posted by: juveniliare | August 21, 2009

Merah Putih

Merah Putih


Overall, upacara 17 agustus kali ini tampak berjalan dengan biasa biasa saja. Pengecualian dengan aku berbaris paling depan (bukan karena paling pendek, tapi lebih karena kalah suit…) dan langsung eye-to-eye dengan petugas pembawa Pancasila (morgan? Stefanus? Tau deh siapa namanya..), dan bisa melihat temanku Dika yang menjadi Pemimpin Upacara dengan seragam Tontinya yang baru, dan melihat temanku Danang menjadi Komandan Pasukan sayap kanan. Suara sepatu tontinya yang menginjakkan tanah dengan ‘langkah tegak maju jalan!’ nya menggema di lapangan sekolahku.

Biar saja ku tak sehebat matahari

Tapi slalu kucoba tuk menghangatkanmu

Amanat upacara dari Kepala Sekolah tergolong pendek. Tidak seperti tahun lalu, ketika dia membawa sebundel kertas yang berisikan pidato dari walikota Jogja dengan tambahan beberapa kertas kecil berisi pidato dari dia sendiri.

Rata rata isi pidato mengenai perubahan global bisnis di Indonesia dari Agrikultur ke Industri. Tiba tiba aku teringat sebuah blog dari mahasiswa Indonesia yang belajar di Harvard yang berisikan keluhannya atas situasi ekonomi Indonesia yang tidak maju maju, pemberian BLT kepada rakyat miskin dan keuntungan keuntungan dari dunia agrikultur. Overall, the content of the blog was educating enough for a quick reading when you’re bored, but the writer seems to be somehow a radical person who cusses a lot…

Biar saja ku tak skeras batu karang

Tapi slalu kucoba tuk melindungimu

Kini tiba waktunya pengibaran. Dengan hikmatnya, anak anak tonti barisan tengah (yang tingginya rata rata sama semua) maju kedepan dan melakukan prosesi pengibran bendera.

Biar saja ku tak seharum Bunga Mawar

Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu

Bersamaan dengan pengibaran bendera, grup paduan suara mulai menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ yang seperti biasanya luar biasa ‘biasa’. Prosesi selesai, pengibar bendera selesai melakukan tugasnya dan kembali ke barisan. Bendera Merah Putih akhirnya berdiri tegap di tiang bendera sekolah kecilku ini. Acara berikutnya adalah menyanyikan lagu ’17 Agustus’ yang dilanjutkan dengan Mars Trapsila (mars sekolahku) yang dipimpin oleh Misty yang menjadi dirigen.

Biar saja ku tak seelok langit sore

Tapi slalu kucoba tuk mengingatkanmu

Selesai menanyi kedua lagu itu, tiba tiba menyelononglah seorang wakil ketua OSIS dari barisan paduan suara ke depan anak anak paduan suara lainnya. Wakil Ketua OSIS yang kebetulan juga anak paduan suara, I-Guard dan lainnya. Mba Fafa dengan cengiran khasnya langsung ambil posisi dirigen dan anak paduan suara mulai menyanyi. .

Biar saja ku tak sehebat matahari

Tapi slalu kucoba tuk menghangatkanmu

Biar saja ku tak skeras batu karang

Tapi slalu kucoba tuk melindungimu

Biar saja ku tak seharum Bunga Mawar

Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu

Biar saja ku tak seelok langit sore

Tapi slalu kucoba tuk mengingatkanmu

Kupertahankan demi kehormatan bangsa

Kupertahankan demi tumpah darah smua pahlawan pahlawanku

Merah Putih teruslah kau berkibar

Di ujung tiang tertinggi

Di Indonesiaku ini..

Lagu ‘Bendera’ dari Coklat…

Mendengar lagu ini di upacara 17 agustus tiba tiba membuat semangat patriotismeku meledak ledak. Haru, bangga, senang dan kagum bercampur campur menjadi satu dalam tepuk tangan dan lip-sycn diam diam yang para peserta upacara lakukan. Guru guru pada bengong semua. Kaget ya?

Merah Putih teruslah kau berkibar!!!

Ku akan slalu menjagamu….

Lapangan dalam sekolah meledak, teriakan ‘Encore!’ dan ‘Trapsilla Jaya!!’ bertebaran dimana mana. Memerlukan bantuan dari guru BK kita agar kita bisa tenang kembali dan melanjutkan upacara dengan benar…

——-

Setelah upacara bendera, dalam salah satu acara dalam rangka memperingati Ulang Tahun Sekolahku yang kebetulan berdekatan dengan 17 aguustus, sekolahku mengadakan acara BakSos (Bakti Sosial) yang diadakan hari ini. Dengan konsep, para panitia telah menyebarkan undangan baksos kepada keluarga yang membutuhkan dan kemudian mengundang mereka untuk datang dan mengambil paket baksos mereka di SMA 9.

Selama acara baksos ini berlangsung, aku yan juga menjadi panitia dan bertugas sebagai humas (dadakan sih… seperti biasa) dan kali ini sebagai penerima undangan dan absensi penerima baksos. Aku terus berpikir bahwa semoga acara baksos yang sekolahku ini jalankan dapat mencerminkan lagu ‘Bendera’ itu walaupun hanya sedikit…

.17 agustus 2009.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: