Posted by: juveniliare | August 15, 2009

Epique Batallie

épique bataille

Perjuangan dimulai dengan berlari lari mencari kelas XI IPA 3, lebih tepatnya sesosok teman satu tim debat bahasa Inggris untuk berkumpul dan membahas motion yang akan diperdebatkan di Lomba Debat Bahasa Inggris yang diselengarakan universitas UII (univ. Islam Indonesia, sounds kinda cool, neh?) fakultas Teknik Industri. Setelah sukses menemukan dia berbarengan dengan bel tanda istirahat pertama berakhir, akhirnya kita memutuskan untuk kumpul lain waktu saja untuk bersama sama mempelajari tema tema yang akan didebatkan. Yang akhirnya tidak pernah kita lakukuan. Which meant that…. timku maju dengan persiapan… ABSOLUTELY NOTHING, except scraps of paper containing whatever information we got about the motions.

It was kinda funny actually, kita bocah bocah SMAN 9 yang kira kira selama 3 bulan terakhir tidak pernah latihan, ataupun pegang buku debat, dengan berani (dan arogannya) maju untuk bertanding tanpa memberitahu mentor kita (yang kaget berat ketika ngelihat kita, karena ternyata mereka juga menjadi bagian dari tim penjurian di lomba ini) dan….. Well, baca aja deh lanjutannya…. 😀

Perjuangan selanjutnya adalah pembayaran ikut serta lomba debat. Sebelumnya, perlu kalian ketahui bahwa UII terletak nun jauh dari pusat kota Jogjakarta. Alamatnya aja di Kilo 14.5, which meant that its 14 kilometres away from the heart of Jogjakarta. And thanks to my dear friend Fauzia ( XP ), who miraculously remembered that my Bro is ‘studying’ there, so it was then my job to do the payment. Jolly molly, life kinda sucked when you have a brother like him =_=;

Di hari H, entah itu karena aku yang rada paranoid soal tepat waktu, atau ayahku yang sudah menggedor gedor pintu kamar untuk segera bersiap siap ikut lomba di jam 4 PAGI (ayahku baru pulang dari Papua yang waktunya lebih cepat 2 jam. Means that, ketika di sini sudah jam 4, di sana sudah jam 6, and seems that he still have those timing system stuck in his body), aku datang 10 menit lebih cepat dari yang diperlukan. Kebetulan acara hari itu berbarengan dengan penerimaan murid baru di UII, dan di sepanjang jalan banyak mahasiswa baru dengan seragam bawahan hitam dan atasan putih di mana mana. Jadi, ketika dengan pede dan kepagiannya aku masuk ke gedung Fakultas Teknik Industri (TI) orang yang pertama menyambutku adalah satpam yang melihatku dengan tatapan mencurigakan seakan akan aku mahasiswa baru yang salah pake baju (I was wearing my white-gray uniform at that time) dan salah tempat (since every sophomore was directed to the main auditorium building) dan completely and utterly stupid.

So, before he can even launched those question coming from his moustached mouth, aku menyela dengan bertanya dimana lomba debatnya diselenggarakan. He was eying me in a funny way. Turns out that, HE the guard of the faculty didn’t even know that there was an event going to be held there!! Untung saja, ada panitia lomba yang kebetulan baru datang dan dengan baik hatinya menjelaskan kepada satpamnya bahwa “No, dia bukan murid baru pak. Dan ya saya bias menjaminnya. Inggih pak.. Memang kita sedang mau ada lomba debat. Iya pak, dia pesertanya. Ngga papa toh pak? Iya.. Nanti ada juga anak seperti dia yang nanti datang, disuruh ke lantai tiga aja langsung pak….” And so on…

Ujung ujungnya, karena ternyata walaupun itu sudah jam 7 tetapi panitia juga belum pada siap, aku akhirnya duduk manis menunggu dua teman satu timku di lobi fakultas sambil menonton Tv.One yang sedang menyirakan berita penggebrekan rumah Noordin M. Top. Never knew that news will be this entertaining…

Selagi menunggu, mahasiswa fakultas TI mulai berdatangan. Entah untuk kuliah, atau peserta penerimaan murid baru ataupun panitia lomba, IDK. Dan selagi menunggu, ada seorang mahasiswa yang menyalakan komputer berinternet di lobi (terbuka untuk umum, tapi internet hanya bisa diakses bagi yang kuliah disana) dan sambil cengar cengir dengan bahagianya membuka situs Youtube dan menonton anime Dragon Ball. I literally went KAPUT !! Seriously!! The last time I watched that thing was like 10 years ago!!! Dan yang lebih gokilnya, ketika ada orang lewat dibelakang dia, dengan terburu buru (and unprofessionally, tidak seperti aku ketika membaca fanfic di ‘masa masa kegelapan’ :D) dia langsung mengganti tabsnya ke situs berita detik.com. Bagaimana aku bisa tahu? He was straight 3 meters in front of meh!

>>sudah jam 8.33 malam, seharusnya ini lagi belajar fisika, tapi malesss….. jadi kita langsung sped up ke acaranya saja<<

Acara dibuka jam 8.30. Dan lansung dibagikan standing postion (ngelawan siapa) dan motionnya. Tentu saja dengan ba-bi-bu pembukaan acara menggunakan bahasa Inggris patah patah dari para penyelenggara acara. Sistem pertandingannya adalah sebagai berikut. Kita tiga kali bertanding (pre eliminary rounds) yang kemudian akan di akumulatif skornya dan tiga tim dengan skor tertinggi akan masuk ke Semi Final.  Pertandingan pertama melawan SMA 11 dengan aku (yang btw setim dengan Fajar dan Fauzia) di posisi government (+) dengan mosi THBT electoral thereshold should be increased to reduce amount of party. Yang bila dengan barbariknya bisa kita artikan, ‘menambahkan kuota pendapatan suara untuk partai untuk mengikuti pemilu kepresidenan.’ Dan karena kita melawan anak anak yang sepertinya masih baru di dunia debat, bisa dibilang kita menang telak melawan mereka.

Tapi yang kerennya ketika penjurian sesi debat ini. Jadi, seperti yang kalian ketahui (tapi juga ngga papa deng kalau baru tahu kali ini), penjurian diadakan tepat setelah debat. Jadi kita debat, di nilai, diberi penjurian dan siapa pemenangnya dan keluar unruk berkumpul dan melihat kita akan bertanding dengan siapa lagi berikutnya. Kay! Back to the judgment thingy thingy!! Juri mengatakan bahwa argumentasi kelompokku sangat baik, dan menurut dia sangat dapat menjelaskan apa apa yang kita ingin sampaikan tapi, kata dia juga. “Tolong ya untuk kalian kalau lagi debat, jurinya juga diperhatikan. Jangan seperti si 2nd speakernya affirmative ini (sambil nunjuk aku) nanti kalau kalian lihatnya ke tim lawan terus, jurinya merasa dicuekkin dan malah males ngedengerin kalian…” I literally went jaw drop. Memang betul sih katanya. Kenyataannya memang aku sama sekali tidak melihat ke arahnya kita berada di podium. Rasanya malu sekali…. @///@

Pertandingan ke dua melawan SMA MAN 3 Yogyakarta, melawan seorang veteran (sebutan untuk anak kelas 3 yang sudah ‘legendaris’ di dunia perdebatan) bernama Chorunisa. Kali ini kita menjadi tim Opposition (-) dengan motion ‘TH will granted nationality to foreign football player for increasing national team achievement’. Sebagai tim negative, itu berarti kita menolak motion ini. Dan argument kita, rata rata hanya seputar ‘rasa cinta tanah air, kebanggaan berbangsa negara, percaya pada bibit bibit unggul anak bangsa kita sendir, and those kind of bullshit lainnya…’

Dan yang lebih gilanya lagi, kita menang!! 😀

Pre eliminary round yang ketiga. Melawan SMA 1 Yogyakarta. SMA yang sama dengan yang kulawan ketika di final lomba debat di sma 8. SMA yang sama dimana aku kalah dan dengan bangganya masih bisa berdiri di depan memegang piala juara kedua. Dan kali ini, aku benar benar bersyukur timnya beda… Kali ini aku malah melawan teman satu SMPku yang dari SMP Muhammadiyah 2. Dia bernama Dizza, and she actually is very good. Dan mulai dari pertandingan ini, posisiku akhirnya berubah ke 1st speaker atas saran dari juri di sesi sebelumnya. Tapi yang lebih hebat lagi adalah 2nd speakernya yang bernama M. Ahmad Rahman (kalau ngga salah) yang memiliki logat British yang sangat kental. When he starts speaking, I cant stop drooling. ‘I shall call you Mr. Sexy Voice, and You shall be mine!! Muahahaha!!!’ Tiba tiba frase Dory dari film Nemo (dengan perubahan secukupnya) terpikirkan…

Kita menang. Kemenangan tipis yang berhasil membawa kita ke peringkat pertama di tabulasi data untuk tiga pertandingan pertama.

Itu akhir dari hari pertama. Dengan kita diumumkan berhasil masuk babak Quarter final dan aku mendapatkan penghargaan Best Speaker di Pre eliminary rounds yang ke dua.

Hari Kedua

Datang sengaja lebih telat, menemukan Fauzia (teman setimk) sudah menunggu di depan lobi karena, apparently she’s the first one who came, and now she knows how I exactly feel the day before!! Gosh… Revenge is sooo sweet

Lansung ke acara, pertandingan babak Quarter Final timku melawan SMAN 3 Surakarta. I forgot where that is, but for sure I know its outside Jogja. Dengan posisi Government dan motion “THBT Acceleration Class is not relevant to the nature of education” yang entah kenapa membuatku teringat dengan Sabrina menari nari sambil teriak teriak “Headless Chicken!!! Nyahahaha!!!”

Untuk singkat padat dan jelasnya, timku menang lagi. Dan kita maju ke babak Semi final.

Di babak semi final, kita melawan SMA 8. Yang dua dari tiga pesertanya adalah anak veteran yang luar biasa hebat dan berpengalaman banyak. This is where all went wrong.

Timku mendapatkan posisi Government dengan motion “THBT United Nation should enforce military power to country which has military intervention towards the civilian government”. Sebagai tim positif, kita mencanangkan backgroundnya dengan perang di Somalia antara pemerintahan dengan Al Qaeda yang ingin menggunakan Somalia sebagai markas mereka untuk menyerang Negara Negara lain. Dan definisi “enforce military power’ as sending UN’s army as only and only in the form of peacekeeping army.

Since we didn’t really understand about this motion, we sucked up as in a lot. We only have one stupid argumentation, jumbled mechanism and a background and parameter and definition which the opposition team cannot accept and that they practically re framed the whole debate by saying the military intervention in the way of a coup d’état and cannot accept Somalia’s case as a form of military intervention since it’s the terrorism they’re battling. Which is a bit stupid actually. Logical framing states that (my logical framing anyway) that once Al Qaeda gloriously stated that they want to make Somalia as they’re base camp, wasn’t that also a form of a coup d’état in process? Which meant that the cases our house brings still have relationship. But hence, they still manage to bulldozered the other thing my group hath said. And made us looked like an utter looser in front of the jury. I really wanted to burned my face at that time…

And since we lost by a large margin, we didn’t even get to the 3rd place. Let alone win the 2nd place. But still. It was a nice debate competition and I got somebody who I highly suspected was trying to get a date with me.

Jadi jadi jadi… (but first of all, Fauzia stop grinning cuz I know u’re doing it right know.) Dia bernama Iwaaaa dan merupakan LO atau lieutenant officer kita, alias panitia yang nge guide kita selama acara berlangsung. Guide dalam arti, menunjukkan ruang debat, ambilin makan siang, foto foto sama kita, mencoba mendapatkan alamat facebook kita, atau berusaha mengambil kartu Co-Card kita, dan sok sok menemani kita ketika jemputan belum datang, dan ketawa pada hal hal yang kita ucapkan dan menurut dia lucu, dan….. Either I’m being drunk and high, or he was really really trying to hit on me! Mengerikan sekali…

I guess that’s all that I need to tell you.

Aside from the fact that I skip school the next day :p

I was feeling pwery pwery baaaaad…. Headache and stuffs’ alike..

Ja ne…~~

Advertisements

Responses

  1. too much words ang english make me…
    puusiiing baca-nya ndul~ =p

  2. AHHH YOU HAVE WOUNDED THIS GIRL ;A;

    B’AWWW SOBS SOBSSS

    Tau nggak sih, aku masih sakit ati ingat semifinal b’awwww
    Not to mention…

    Mom said…

    “Ibu sakit hatinya liat anak2 pulang bawa piala tapi kamu nggak.”

    b’awwwwawawawawawwawwww curse you Iwaaaaa (loh?)

    • kok malah iwa yang di curse? perasaan selain main tebar pesona dia ngga ngapa ngapain lagi deh.
      Bawa makan aja telat..

      Dan yeah.. Babak semi final benar benar memalukan.. If I can just turn back the time.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: